Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan dan Digitalpreneurship di Pondok Trendi (Ponpes Daar El-Ihsaan), Sabtu (26/4/2025).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menggali Potensi Gen Z melalui Kewirausahaan dan Digitalpreneurship” sebagai upaya mendorong mahasiswa agar mampu mengembangkan kreativitas dan jiwa usaha di era digital.
Ketua pelaksana kegiatan, Rifky Mei Manda, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terkait dunia entrepreneurship, sekaligus menjadi bagian dari implementasi mata kuliah kewirausahaan yang sedang ditempuh mahasiswa HKI.
Menurut Rifky, kegiatan tersebut juga dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar kewirausahaan serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam membangun usaha.
“Melalui seminar ini kami ingin berbagi wawasan tentang pentingnya inovasi, pemanfaatan media digital, serta membangun semangat kewirausahaan yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islami. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan soft skill mahasiswa sekaligus melahirkan ide dan inovasi baru di bidang usaha,” ujarnya.
Ia berharap seminar tersebut mampu memberikan motivasi kepada mahasiswa agar lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi dan mulai menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak dini.
Rifky juga menyampaikan bahwa seminar diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, santri, maupun peserta umum dari luar kampus.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kewirausahaan dan industri kreatif, di antaranya Yuda Saputra, S.Pd., alumni STAIN SAS Babel sekaligus content creator, Risanda selaku owner Deshanda Craft, Abdul Rohman, S.E., C.DM., Konsultan UMKM Bangka Belitung, serta Rodi Afriniko, owner Sate Padang Resto sekaligus trainer entrepreneur. Seminar turut didampingi oleh dosen pembina, Harizan, M.S.I.
Dalam sambutannya, Harizan, M.S.I., menyampaikan bahwa seminar tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia usaha dan perkembangan bisnis berbasis digital.
“Melalui kegiatan ini saya berharap mahasiswa memperoleh pengalaman dan wawasan baru, memiliki keberanian untuk memulai usaha, serta termotivasi mencoba berbagai peluang kreatif yang bermanfaat,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda yang mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Usai seminar, mahasiswa dijadwalkan mengikuti kegiatan workshop dan praktik lapangan di beberapa unit usaha dan keterampilan. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke usaha peternakan puyuh, budidaya ikan, pelatihan content creator dan fotografi di Sulthan Fotography, pelatihan kerajinan akrilik dan lidi nipah di Deshanda Craft Kace Timur, serta pelatihan keterampilan rajut di Mila Rajutan Pangkalpinang.
Program tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah kewirausahaan yang dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis mahasiswa. Selain memahami teori di ruang kelas, mahasiswa juga diarahkan untuk terjun langsung melihat dan mempraktikkan proses usaha secara nyata.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Prodi HKI FSEI IAIN SAS Bangka Belitung ingin menegaskan bahwa kewirausahaan tidak hanya dipahami sebagai konsep akademik, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk kreativitas, inovasi, dan tindakan nyata.